REKAYASA SISTEM DINAMIK PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI BERAS GUNA MENDUKUNG SWASEMBADA PANGAN DI PAPUA

Djamali, R. Abdoel and Betaubun, Philipus and Hermanuadi, Didiek and Maulany, Gerzon J (2012) REKAYASA SISTEM DINAMIK PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI BERAS GUNA MENDUKUNG SWASEMBADA PANGAN DI PAPUA. In: PENPRINAS MP3EI 2011-2025.

[img] Text
11. REKAYASA SISTEM DINAMIK PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI BERAS GUNA MENDUKUNG SWASEMBADA PANGAN DI PAPUA - Jurnal.pdf

Download (594kB)
[img] Text
Rekayasa peer_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (160kB)
[img] Text
Peer 2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (61kB)
[img] Text
11. Turnitin Rekayasa.pdf

Download (6MB)

Abstract

Beras sebagai komoditi pangan strategis dalam pemenuhan kebutuhan pangan rakyat khususnya di tanah Papua disamping sumber pangan lokal lainnya. Konstribusi kebutuhan pangan di Papua dari beras mencapai 98.514 ton dimana 80.177 ton berasal dari Merauke. (81.39%) (BPS Propinsi Papua, 2011). Jumlah penduduk yang mencapai 2.097.482 jiwa dengan asumsi kebutuhan konsumsi beras rata-rata per tahun 104,9 kg per tahun, maka kebutuhan beras di Papua mencapai 220.026 ton per tahun. Dengan asumsi rendemen beras 62%, maka jumlah produksi beras Propinsi Papua mencapai 61.078,68 ton, maka dapat dipastikan hampir 72% beras mendatangkan dari Propinsi Lainnya. Padahal Kabupaten Merauke sebagai daerah Lumbung Pangan khususnya beras sangat potensiil untuk dikembangkan sebagai wilayah supplier beras untuk kawasan Papua. Oleh sebab itu, tidak dapat dipungkiri bahwa program MIFEE (Merauke Integrated Food, Energy, and Estate) menjadi program unggulan untuk segera diimplementasikan guna mempercepat swasembada pangan khususnya beras di tanah Papua. Penelitian ini bertujuan untuk merekayasa sistem dinamik dalam mengambangkan potensi wilayah di kabupaten Merauke sebagai sentra utama penghasil beras guna mendukung swasembada pangan di Papua. Metodologi yang digunakan yakni dengan pemodelan sistem dinamik dengan bantuan software Powersim Contructor Version 2.51. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (a) subsistem terdiri: penambahan lahan sawah, hasil panen dan konversi, dan jumlah penduduk, (b) validasi model dinamik dengan deviasi<5% sehingga dikategorikan valid dan dapat digunakan dalam model, (c) status produksi beras di Merauke kondisi eksisting (moderat) mampu surplus beras sebesar 76.813,63 ton pada tahun 2020, (d) skenario optimis dimana penambahan sawah mencapai 16,82% per tahun dan persentasi sawah yang ditanami 85%, maka diprediksikan pada tahun 2020 luas sawah mencapai 210.372,34 hektar dengan kapasitas produksi beras surplus 145.138.26 (e) skenario pesimis dengan dimana penambahan lahan 11,21% dan persentase tanam hanya 67,4% maka diprediksikan luas sawah pada tahun 2020 mencapai 122.465,58 hektar dengan surplus beras 94.953,35 ton.

Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
Uncontrolled Keywords: Sistem, Agroindustri, Beras, Swasembada, Papua
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Depositing User: Unnamed user with email eprints@unmus.ac.id
Date Deposited: 06 Nov 2018 08:45
Last Modified: 08 Nov 2018 05:58
URI: http://eprints.unmus.ac.id/id/eprint/37

Actions (login required)

View Item View Item