Pemetaan Kognitif Penyebab dan Dampak Eksplotasi Pasir Sepanjang Sempadan Pantai di Kabupaten Merauke

Djamali, R. Abdoel and Betaubun, Philipus and Hermanuadi, Didiek and Syaban, Rahmat Ali (2016) Pemetaan Kognitif Penyebab dan Dampak Eksplotasi Pasir Sepanjang Sempadan Pantai di Kabupaten Merauke. In: Seminar Nasional Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat 2016.

[img] Text
9. Pemetaan Kognitif Penyebab dan Dampak Eksplotasi Pasir Sepanjang Sempadan Pantai di Kabupaten Merauke - Jurnal.pdf

Download (300kB)
[img] Text
pemetaan kognitif peer_1.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (162kB)
[img] Text
Peer 2.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (62kB)
[img] Text
9.Turnitin.pdf

Download (2MB)
Official URL: https://publikasi.polije.ac.id/index.php/prosiding...

Abstract

Selama ini, eksploitasi pasir di sepanjang sempadan pantai Distrik Merauke dilakukan untuk memasok lebih 90% guna memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur, perumahan, gedung, perkantoran di Kabupaten Merauke. Hal itu mengakibatkan telah rusaknya ekosistem pesisir khususnya habitat mangrove rusaknya yang berfungsi salah satunya sebagai tameng alam dari gempuran ombak laut.. Padahal konsentrasi penduduk di Distrik Merauke mencapai 95.410 jiwa (44,78%) dari jumlah keseluruhan penduduk Kabupaten Merauke berada di wilayah pesisir tersebut. Kondisi tersebut sangat membahayakan kesehatan, keamanan dan keselamatan penduduk wilayah tersebut dari ancaman bahaya yang ditimbulkan kerusakan lingkungan akibat penggalian pasir illegal. Tujuan utama penelitian ini adalah menentukan penyebab dan dampak multidimensi penambangan pasir terhadap lingkungan pantai dan ekosistem mangrove. Metodologi yang digunakan antara lain: (a) pemilihan lokasi di Distrik Merauke dan Distrik Naukenjerai dengan pendekatan purposive sampling, (b) teknik pengumpulan data dengan in depth interview, (c) teknik analisis dengan analisis deskriptif dan, multicriteria analysis dan pendekatan bayes method. Kesimpulan penelitian ini sebagai berikut: (a) telah terjadi tingkat kerusakan ekosistem mangrove yang sangat tinggi yakni lebih dari 1200 hektar (b) akibat terjadinya instrusi air laut telah lebih dari 1000 meter dari bIbir pantai yang telah mengancam ketersediaan air tawar untuk kebutuhan masyarakat Merauke karena kualitasnya yang menurun dengan tingkat salinitas semakin tinggi, (c) terjadinya kerusakan lingkungan berupa kubangan-kubangan akibat pengambilan pasir yang menjadi salah satu sumber penyakit, rusaknya ekosisitem pantai, (d) empat faktor pendorong utama kerusakan sempadan pantai yakni: kepentingan ekonomi (profit oriented),lemahnya pengawasan, lemahnya control sosial, meningkatnya pembangunan insfrastruktur

Item Type: Conference or Workshop Item (Paper)
Uncontrolled Keywords: Eksploitasi Pasir, Pemetaan Kognitif, Sempadan Pantai
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Sipil
Depositing User: Unnamed user with email eprints@unmus.ac.id
Date Deposited: 06 Nov 2018 08:16
Last Modified: 08 Nov 2018 05:55
URI: http://eprints.unmus.ac.id/id/eprint/36

Actions (login required)

View Item View Item